Seorang ibu adalah perempuan yang tidak boleh berputus asa... Karena masa depan dunia ada ditangannya...
Selalu belajar untuk menjadi lebih baik
Untukku, untuk dia, untuk mereka, untuk semuanya.....
Selasa, 08 Desember 2009
Dia menghancurkan hidupku dua kali
Ingin rasanya dia marah, dan dari balasannya terbaca sebuah kemarahan yang tidak jelas. Belum lagi tulisan di wall facebook-nya yang membuat smua orang bertanya-tanya ada apa dengannya. Kemarahan yang membabi buta dan tidak siap. Menunjukkan bahwa dia benar-benar tidak terima dengan masa lalunya hingga harus bersembunyi dari dunia seumur hidupnya. Andaikan dia boleh meminta, dia ingin mati dan tidak dilahirkan lagi lg. Merasa bahwa dia adalah seorang laki-laki paling menyedihkan di dunia, dan hanya karena seorang wanita.... Payah....
Dia menganggap wanita itu benar-benar telah menghacurkan hidupnya. Dalam salah satu balasan e-mailnya dia dengan lantang mengatakan, "...kamu telah menghancurkan hidupku dua kali..." Anehnya, sebegitu gusar dan bencinya dia, dia tetap membalas e-mail yang telah membuatnya membuka luka lama.
Dia ingin wanita ini melupakannya, menjadikan seolah-olah mereka tidak pernah kenal, tidak pernah bertemu dan tidak pernah ada hubungan apa-apa diantara keduanya. Tp mana mungkin? Dia tidak menyadari bahwa itu adalah kata-kata yang percuma untuk disampaikan. Masa lalu tidak bisa dihilangkan seperti noda di baju, yang bisa dicuci kemudian dikeringkan. Tp semua mungkin bisa diperbaiki jika memang masa lalunya sangat buruk, dengan belajar dari itu dan menjadi lebih baik lagi.
Sebuah realita bahwa seseorang tidak mungkin bisa melupakan masa lalu jika dia semakin berusaha untuk melupakannya. Dia sendiri yang menghancurkan hidupnya dua kali. Dan dengan dendamnya, tanpa sadar dia telah menghancurkan hidupnya, entah untuk yang keberapa kalinya...
Rabu, 02 Desember 2009
Ikhlas
Pertama kali yang aku lakukan adalah mencari pengertian dari kata "IKHLAS"
Apa yang terkandung dari kata yang singkat itu, yang ternyata sangat sulit untuk menerapkannya dalam hidup.
Makna ikhlas seperti tercantum dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia terbitan Difa Publisher, yaitu: ikhlas hati, dengan hati sungguh-sungguh dan bersih (terbebas tanpa pamrih)
Bagaimana org sanggup untuk terbebas dari rasa pamrih? Sedangkan pada saat kita sungguh-sungguh beribadah dan pasrah pada Sang Khalik saja, kita masih berharap akan surga. Pada saat kita mencoba melakukan kebaikan (yang menurut kita ikhlas melakukannya) padahal kita tetap mengharapkan pahala...
Aku masih saja mencoba belajar ilmu ikhlas... Seperti kata-kata dlm sinetron "Kiamat Sudah Dekat 1"
Jumat, 27 November 2009
Hikmah
Hari ini, pada saat semua merayakan Idul Adha, disaat para muslimin di Mekkah menyempurnakan ibadah hajinya. Disini aku mendapatkan pencerahan (yang menurutku) sangat berarti dari sekian lama perjalanan hidupku.
Aku sangat bersyukur, menyadari bahwa Tuhan sangat menyayangiku... Memberikan semua ujian yang (sangat) membantuku untuk menjadi manusia yang menyadari fitrahnya. Kembali menyadari bahwa manusia lahir dengan kekuatan yang sangat sempurna dan sangat disayangkan jika hidup hanya untuk disia-siakan.
Tuhan punya rencana untukku, dan aku yakin Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untukku. Hidupku adalah anugerah yang harus aku nikmati dan aku jalani sebaik mungkin, menikmati semua yang diberikan-Nya, menjalani semua yang digariskan-Nya, tidak memaksakan diri dengan sesuatu yang aku sendiri tidak tahu kepastiannya. Selalu bersyukur dan belajar ikhlas....
Prolog
Semua berawal dari kesombongannya bahwa dia mampu melalui ini smua sndiri. Berawal dari keangkuhan dan keegoannya dalam menghadapi masalah yang smakin lama smakin membesar dan siap meledak sewaktu-waktu. Berawal dari kenyamanan yang semu, dan tidak menyadari bahwa dia sendiri membawa kakinya melangkah kearah kehancurannya sendiri.
Smakin lama semakin dalam dan semakin jauh langkah yang sebenarnya dia sendiri tahu bahwa itu salah. Semakin lama semakin gelap dan dia tak tahu apa yang menantinya di depan. Semakin tidak nyata, apa yang bisa dia jadikan pegangan. Rindunya akan sesuatu yang dia sendiri tidak tahu......
Dia merasa siang sangat menyiksanya, dan malam begitu menghimpitnya. Dia sangat menikmati dini hari yang begitu sering memberikan kesempatan untuknya merajut mimpi-mimpi. Meskipun terkadang harus terjaga dengan matanya yang bengkak dan dengan bantal basah oleh air mata. Kemudian dipakainya topeng yang menunjukkan senyum dan semangatnya untuk kembali melalui hari-harinya yang dipenuhinya dengan kepura-puraan.